Di dunia yang serba teknologi sekarang ini, mulai berkembang dari hari ke hari. Orang yang tadinya berbisnis dalam offline, mulai merambah usahanya dalam bidang online sekalipun. Mereka yang tidak mempunyai penghasilan sekalipun mulai mencoba-coba untuk berbisnis online juga. Namun bisnis online bukan satu-satunya harapan yang bisa diandalkan untuk saat ini.
Fakta menyatakan bahwa bukti image buruk dimulai dari bisnis online. Dalam berbisnis online, orang bisa saja melakukan modus penipuan untuk memuaskan diri mereka sendiri, bahkan over promise yang terlalu berlebihan sehingga membuat nama bisnis online menjadi terpuruk dan terperosok ke dalam lembah yang dalam.
Semakin meluasnya bisnis online, membuat para seller berjuang untuk memasarkan produk mereka masing-masing mulai dari promosi sampai banting harga sekalipun. Namun tak sedikit, ada diantara mereka yang memanfaatkan situasi ini untuk mengeruk segala keuntungan, tetapi kualitas produk tidak diperhatikan dengan baik.
Banyak sekali diantara mereka, berusaha untuk menampilkan bahwa toko mereka yang paling oke bahkan terpercaya. Namun kenyataannya, hal itu sebaliknya. Terpercaya yang dimaksud bukan dari produk-produk yang ditawarkan namun janji belaka yang dimaksud. Disini kita dituntut untuk selektif dalam berbisnis yang sehat maupun menjadi pembeli yang baik. Dengan berusaha mewujudkan bisnis secara sehat dan melakukan riset terlebih dahulu serta tidak bersikap emosional dalam menghadapi situasi perkembangan teknologi yang mulai di salah gunakan seperti yang dijelaskan diatas, kita bisa berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi dengan baik dan menjadikan teknologi bukan hanya untuk kita sendiri melainkan orang lain.